Aziz, Nur (2026) Strategi Penguatan Pendidikan Akhlak Melalui Pembelajaran Tahfizh di Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Nurul Islam Wonogiri. Tesis, Institut Islam Mamba'ul Ulum Surakarta.
Halaman Depan.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (364kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (446kB)
BAB III.pdf
Download (273kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (471kB)
BAB V.pdf
Download (264kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (287kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (709kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan akhlak melalui pembelajaran tahfidz di MIU Nurul Islam Wonogiri, peran guru dalam proses penanaman nilai-nilai akhlak, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam lembaga pendidikan Islam, khususnya melalui pembelajaran tahfidz Al-Qur’an yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pada pembentukan akhlak peserta didik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala madrasah, kepala bagian tahfidz, serta guru pengampu tahfidz. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penguatan akhlak melalui pembelajaran tahfidz di MIU Nurul Islam Wonogiri dilakukan melalui pendekatan pembiasaan, keteladanan, motivasi, dan penguatan perilaku secara berkelanjutan. Nilai-nilai akhlak yang terbentuk meliputi disiplin, tanggung jawab, kesabaran, kejujuran, dan sopan santun. Guru memiliki peran yang sangat dominan sebagai teladan, pembimbing, dan motivator dalam proses internalisasi nilai-nilai akhlak. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi ini meliputi lingkungan madrasah yang religius, program tahfidz yang terstruktur, serta komitmen guru dan pimpinan madrasah. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurangnya keterlibatan orang tua dalam pendampingan di rumah.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran tahfidz tidak secara otomatis membentuk akhlak siswa, melainkan memerlukan strategi pedagogis yang integratif, konsisten, dan didukung oleh lingkungan yang kondusif. Dengan demikian, pembelajaran tahfidz dapat menjadi media yang efektif dalam penguatan akhlak apabila dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan.
| Item Type/Tipe Dokumen: | Tesis |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penguatan Akhlak, Pembelajaran Tahfidz, Pendidikan Karakter, Tahfidz Al-qur’an, Akhlak Siswa |
| Subjects: | 200 Agama, Kepercayaan > 2X0 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan Islam > 2X7.3 Pendidikan Islam, Sekolah Islam |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > S2 - Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Nur Aziz |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 06:17 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 06:17 |
| URI: | https://eprints.iim.ac.id/id/eprint/1558 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year

