Ramadhan, Hanif Fawwaz (2026) Implementasi Metode Storytelling dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Pengembangan Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Sukoharjo Tahun Ajaran 2025/2026. Skripsi, Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta.
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (616kB)
BAB I HANIF F R.pdf
Download (229kB)
BAB II HANIF F R.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (400kB)
BAB III HANIF F R.pdf
Download (96kB)
BAB IV HANIF F R.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (251kB)
BAB V HANIF F R.pdf
Download (126kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (217kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (590kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode storytelling dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa kelas XI SMK Negeri 2 Sukoharjo Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik kelas XI, serta wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode storytelling dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, penyampaian cerita, diskusi, refleksi, dan evaluasi. Metode ini mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, mempermudah pemahaman materi keagamaan, serta mendorong internalisasi nilai-nilai spiritual dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan kecerdasan spiritual terlihat melalui tumbuhnya kesadaran beribadah, sikap tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan mengambil hikmah dari setiap pembelajaran. Faktor pendukung penerapan metode storytelling meliputi kompetensi guru, dukungan Kurikulum Merdeka, sarana dan prasarana yang memadai, antusiasme peserta didik, serta lingkungan sekolah yang religius. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakteristik peserta didik, keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan cerita yang menarik, serta pengaruh lingkungan keluarga dan media sosial. Dengan demikian, metode storytelling terbukti menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik.
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year

